Friday, 08-05-2026 ,

Berita

Plh. Kakankemenag OKU Timur Buka UM di MTs Negeri 1 OKU Timur

Plh. Kakankemenag OKU Timur Buka UM di MTs Negeri 1 OKU Timur

OKU Timur (Kemenag Sumsel)---

Plh (pelaksana harian) Kepala  Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Timur, H. Hasanuddin secara resmi membuka pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tahun Pelajaran 2025/2026. Senin (27/4/2026)

 Upacara pembukaan kegiatan ini dipusatkan di halaman MTs Negeri 1 OKU Timur  diikuti sebanyak 327 siswa yang terdiri dari 10 kelas.

 Dalam suasana yang berlangsung khidmat, pembukaan tersebut menandai dimulainya tahapan evaluasi akhir bagi para siswa madrasah yang telah menempuh proses pembelajaran selama tiga tahun.

Ujian Madrasah tahun ini dijadwalkan berlangsung sejak 27 April hingga 4  Mei 2026 yang secara serentak di laksanakan di di seluruh MTs dilingkungan Kemenag OKU Timur.

Untuk materi ujian, meliputi mata pelajaran umum serta keagamaan seperti Al-Qur’an Hadits, Bahasa Indonesia, Aqidah Akhlak, Bahasa Inggris, SBDP, Fiqih, Matematika, Informatika, PKn, IPA, Bahasa Arab, IPS, SKI dan PJOK.

Dalam arahanya, Hasanuddin  menegaskan bahwa Ujian Madrasah bukan sekadar proses akademik, melainkan momentum penting dalam membentuk karakter dan integritas peserta didik.

“Ujian Madrasah bukan hanya sekadar mengukur kemampuan kognitif siswa saja, tetapi juga menjadi ruang pembuktian nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Inilah bekal utama yang harus dimiliki generasi muda dalam menghadapi masa depan,” ujarnya.

Pelaksanaan UM tahun ini sudah memakai android dengan menggunakan aplikasi website Extraordinary berbasis CBT, ini sebuah bentuk komitmen Kementerian Agama dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan madrasah.

Penerapan sistem CBT ini, lanjutnya tidak hanya meningkatkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga melatih kesiapan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi di era digital.

 “Digitalisasi ujian adalah bagian dari adaptasi madrasah terhadap perkembangan zaman. Kita ingin lulusan madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing secara global dengan penguasaan teknologi,” ungkap Hasan.

Menutup sambutannya, ia  berpesan kepada seluruh peserta ujian agar menjunjung tinggi nilai kejujuran dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

 “Kesuksesan sejati bukan hanya tentang nilai yang tinggi, tetapi tentang proses yang jujur. Jadikan ujian ini sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih baik dengan tetap menjaga integritas,” pungkasnya. (Jon)